Minggu-minggu ini adalah kali pertama aku menyaksikanmu bermain dengan si kulit bundar di dalam ruangan, sebut saja futsal. Ya, selama ini aku hanya bisa mendengarkan kepiawaianmu menangkap bola dari mulut orang lain, namun kini akhirnya aku bisa melihatnya sendiri..
Awalnya aku sedikit ragu mengizinkanmu bermain, keadaan kakimu sangat tidak dapat dikompromikan untuk bermain futsal. Tentang semua keluhanmu selama ini, aku khawatir terjadi apa-apa dengan kakimu. Namun kamu ya tetap kamu, ngeyel. Kamu tetap bersikeras bermain dalam keadaan seperti itu, lalu? aku bisa apa?
Setelah kelasku mengaku takluk dengan lawan, aku dan teman-temanku sempatkan melihat tim-mu bermain. Kamu hebat.. Aku tidak sedang memujimu, ini kenyataan, teman-temanku pun mengakuinya. Aku ingat saat salah seorang temanku berkata padaku "hebat rik, kiper yang tangguh." kamu ingin tahu apa jawabanku? entahlah, jawaban yang tak kurencanakan, tiba-tiba saja mulutku berkata "dia menjaga gawangnya seperti dia menjaga hatinya untukku"
Aku tahu, itu jawaban yang salah. Bukan, bukan karena kamu tidak menjaga hatimu dengan baik. Justru karena kamu menjaga hatimu sangat baik. Lalu mengapa jawaban itu menjadi salah? Karena, bukankah kamu kebobolan beberapa kali dalam tiga kali pertandinganmu ini? Itu yang membuatnya salah, karena aku yakin, kamu lebih piawai menjaga hatimu untukku.. Itu lebih mudah bukan? hehe
Sedikit miris melihatmu usai pertandingan, selalu ada luka yang menyelimuti tubuhmu. Buah perjuanganmu menjaga gawang. Aku diam bukan berarti aku tak perduli, aku hanya tidak tahu harus berbuat apa, dan takut melakukan hal yang salah. Maaf aku terlalu cemen untuk itu. Anyway, cepat sembuh untuk semua luka itu ya♥
Semangat untuk pertandingan semifinalmu besok. Tetap jaga gawangmu sebaik yang kau mampu. Mungkin aku tidak menyuportmu dengan meneriakkan namamu, aku tak mau sesumbar. Cukup dari hati ke hati ya? hehe
Untuk penjaga gawang dengan semua nomer punggung ini..
Aku menyayangimu♥
About
Wednesday, 18 December 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)
