Sunday, 24 November 2013

Memaksakan Perasaan?

Posted by Unknown at Sunday, November 24, 2013

Untuk kalian yang hidup dalam kepura-puraan, coba renungkan ini sejenak.
Rasa suka, sayang, cinta, tak pernah menyapa tanpa kata ‘tiba-tiba’. Coba buat kalian yang lagi jatuh cinta, yang udah punya pasangan atau sekedar gebetan, pernah kalian sadar kapan tepatnya rasa cinta itu menyapa? Engga kan? Pasti kalian sadar setelah selang beberapa waktu kemudian dan kalian ngerasain ada yang beda, beda dalam hal apa aja..

Rasa suka, sayang, cinta, nggak pernah perduli sama siapa dia berlabuh. Entah itu temen sendiri, mantan musuh, pacar orang, gebetan temen, atau mantannya temen.. eh? Hehehe..
Pasti rasanya gimana gitu ya kalau udah terlanjur ada rasa, tapi bukan sama orang yang tepat. Orang yang ngga tepat disini bukan nggak cocok atau nggak baik hlo, tapi nggak tepat di dalam suasana dalam kondisi yang ada.

Terus gimana kalo udah terlanjur ada rasa? Mau diilangin? Yasih, ngomong mah gampang :) atau mau pura-pura nggak ada apa-apa? Pura-pura ngga ada rasa gitu? Haha banget! Mulut mah bisa bohong, tapi mata, hati, dan perlakuan kamu ke dia nggak bakal bisa nutupin perasaan kamu itu.

Kalo kita kudu ngalah sama situasi dan kondisi, adil nggak sih? Kudu ngorbanin perasaan bahkan untuk sesuatu yang bukan salah kita. Nggak adil kan?

Karenanya, jangan pernah salahkan orang yang jatuh cinta, bahkan ketika dia jatuh cinta bukan pada orang dan situasi yang tepat. Kamu berhak menyalahkannya, ketika dia mengambil langkah yang salah untuk membenarkan perasaannya.
"Karena pada akhirnya memaksakan kehendak tidak dapat dibenarkan untuk alasan apapun. Karena hati, memang tak bisa dipaksakan."

0 comments:

Post a Comment

 

Your Moodbreaker! Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review