Untuk kalian yang hidup dalam kepura-puraan, coba renungkan
ini sejenak.
Rasa suka, sayang, cinta, tak pernah menyapa tanpa kata
‘tiba-tiba’. Coba buat kalian yang lagi jatuh cinta, yang udah punya pasangan atau
sekedar gebetan, pernah kalian sadar kapan tepatnya rasa cinta itu menyapa?
Engga kan? Pasti kalian sadar setelah selang beberapa waktu kemudian dan kalian
ngerasain ada yang beda, beda dalam hal apa aja..
Rasa suka, sayang, cinta, nggak pernah perduli sama siapa
dia berlabuh. Entah itu temen sendiri, mantan musuh, pacar orang, gebetan
temen, atau mantannya temen.. eh? Hehehe..
Pasti rasanya gimana gitu ya kalau udah terlanjur ada rasa,
tapi bukan sama orang yang tepat. Orang yang ngga tepat disini bukan nggak
cocok atau nggak baik hlo, tapi nggak tepat di dalam suasana dalam kondisi yang
ada.
Terus gimana kalo udah terlanjur ada rasa? Mau diilangin?
Yasih, ngomong mah gampang :)
atau mau pura-pura nggak ada apa-apa? Pura-pura ngga ada rasa gitu? Haha banget!
Mulut mah bisa bohong, tapi mata, hati, dan perlakuan kamu ke dia nggak bakal
bisa nutupin perasaan kamu itu.
Kalo kita kudu ngalah sama situasi dan kondisi, adil nggak
sih? Kudu ngorbanin perasaan bahkan untuk sesuatu yang bukan salah kita. Nggak
adil kan?
Karenanya, jangan pernah salahkan orang yang jatuh cinta,
bahkan ketika dia jatuh cinta bukan pada orang dan situasi yang tepat. Kamu
berhak menyalahkannya, ketika dia mengambil langkah yang salah untuk membenarkan
perasaannya.
"Karena pada akhirnya memaksakan kehendak tidak dapat dibenarkan untuk alasan apapun. Karena hati, memang tak bisa dipaksakan."

0 comments:
Post a Comment